Fenomena di Pulau Kahyangan

 

Judul buku      : Wanita Amerika Dibunuh di Ubud

Pengarang       : Gde Aryantha Soethama

Penerbit           : Arti Foundation

Tahun              :2002, cetakan I Oktober 2002

Jumlah halaman: 117 halaman

 

Gde Aryantha Soethama adalah  seorang  penulis lepas yang berasal dari Desa Sukawati-Gianyar Bali. Beliau  bekerja sebagai penulis lepas, wartawan majalah Sarad di Denpasar, sembari mengurus percetakan. Beliau juga pernah menjadi pemenang lomba Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2006.

Latar yang secara umum digunakan ialah pulau Bali yang mana kota kelahiran pengarang itu sendiri. Namun latar yang lebih spesifik ialah kota Ubud. Kota Ubud merupakan kota yang banyakdihuni oleh orang asing yang memiliki intelegensi yang tinggi dan moral yang baik. Alur yang digunakan ialah alur campuran. Tetapi yang paling dominan ialah alur maju. Penokohannya pun sangat kompleks. Contohnya ialah tokoh Bram yang hanya ingin memanfaatkan keadaan, namun itu malah menjadi boomerang untuknya. Serta tokoh Susan yang diketahui memiliki profesi sebagai detektif swasta di California, namun setelah ia meninggal baru diketahui sebenarnya profesi wanita ini adalah sebagai salah satu sindikat perdagangan senjata.

Gaya bahasa yang digunakan ialah gaya bahasa yang bertaraf tinggi sehingga banyak orang yang kurang mengerti dengan kata-kata yang terdapat pada novel ini.misalnya kata: semampai pada halaman 9, dan kata ekses halaman 31. Serta banyak menggunakan ungkapan bahasa Inggris. Selain itu terdapat beberapa judul dan lagu bahasa Inggris.

 

Pengarang secara tidak langsung membuat orang ingin membacanya. Yang paling mempengaruhi itu adalah judulnya. Masyarakat, khususnya orang Bali asli yang benar-benar sahabat Pulau Kahyangan ini  pasti penasaran dengan isi novel ini. Pasti terlintas di benak mereka, kenapa wanita asing bisa meninggal di Pulau Kahyangan ini? Apakah di pulau Kah  yangan ini ada suatu peristiwa berdarah?

 

Kisah dalam novel ini diawali dengan perkenalan wanita bule yang bernama Susan dengan lelaki asli Bali yang bernama Brem dipanggil Bram ketika ada upacara ngaben di rumah paman Bram. Sejak saat itu mereka sering bertemu hingga suatu saat mereka berkencan. Pada awalnya Bram ingin dekat dengan Susan hanya untuk belajar bahasa Inggris. Suatu ketika Bram diajak Susan untuk memata-mata tiga orang asing. Yang ternyata mereka adalah saingan Susan dalam dunia perdagangan senjata. Mereka sebenarnya adalah orang yang bisa membunuh serta sudah siap terbunuh. Suatu ketika Susan terbunuh di villanya. Dan pada masa hidupnya dia mengatakan jika dia meninggal, dia ingin diaben. Timbul permasalahan, adakah orang suci yang mau menyelesaikan upacaranya?

Untung ada Ida Pedanda Gambuh, yaitu orang suci yang berbeda dengan yang lainnya. Beliau memiliki prinsip jika semakin banyak orang asing yang diaben artinya mereka merasakan Hindu member jalan kedamaian menuju peristirahatan terakhir.

Novel ini pengarang buat berdasarkan fenomena yang sering terjadi di Pulau Kahyangan. Yang dapat dipetik dari kutipan novel tersebut ialah “dilihat dari segi pariwisata memang dampak baik yang diberikan yaitu perdagangan kita semakin sukses,namun dari segi keamanan itu dapat mengancam kita. Beberapa yang kita lihat lugu merupakan penjahat kelas kakap.

Novel ini banyak mengandung amanat yang sangat banyak manfaatnya bagi kita. Pengarang mengajarkan kita untuk tidak membedakan orang berdasarkan agama. Kita berasal dari satu sumber, Tuhan Yang Maha Esa. Dan novel ini mampu membantu kita belajar bahasa Inggris.

Meskipun banyak memiliki kelebihan, namun tetap memiliki kelemahan. Kekurangan novel ini ialah pada bagian akhir cerita memang kelihatan menggantung . namun maksud pengarang ialah akhir cerita tetap menjadi misteri. Meski demikian cerita ini tetap menarik dan mampu memikat hati para pembaca.

 

 

 

by:sast

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: